;

Senin, 09 April 2012

PROYEK PEMBANGUNAN INSTALASI PENGOLAH LIMBAH (IPAL) BIOGAS

Senin, 09 April 2012

ANALISA PROYEK PEMBANGUNAN INSTALASI PENGOLAH LIMBAH (IPAL) BIOGAS LIMBAH TERNAK DI KABUPATEN WONOSOBO

Usaha peternakan sapi di Kabupaten Wonosobo cukup berkembang terlihat dari populasi sapi yang meningkat setiap tahunnya. Data populasi ternak sapi di Kabupaten Wonosobo berjumlah 29.236 ekor (Wonosobo Dalam Angka, 2008). Dilihat dari aspek lingkungan, pengembangan peternakan sapi juga mempunyai efek negatif dan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, terutama didaerah pemukiman dengan penduduk yang padat karena dapat menimbulkan pencemaran air, pencemaran udara (bau), dan pencemaran suara yang dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar lokasi peternakan.
Salah satu upaya penanganan limbah ternak adalah dengan memanfaatkanya sebagai sumber bahan baku pembuatan biogas. Biogas adalah gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan organik termasuk diantaranya; kotoran manusia dan hewan, limbah domestik (rumah tangga), sambah biodegradable atau setiap limbah organik yang biodegradable dalam kondisi anaerobik. Kandungan utama dalam biogas adalah metana dan karbon dioksida.
Biogas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik sangat populer digunakan untuk mengolah limbah biodegradable karena bahan bakar dapat dihasilkan sambil menghancurkan bakteri patogen dan sekaligus mengurangi volume limbah buangan. Metana dalam biogas, bila terbakar akan relatif lebih bersih daripada batu bara, dan menghasilkan energi yang lebih besar dengan emisi karbon dioksida yang lebih sedikit. Pemanfaatan biogas memegang peranan penting dalam manajemen limbah karena metana merupakan gas rumah kaca yang lebih berbahaya dalam pemanasan global bila dibandingkan dengan karbon dioksida. Karbon dalam biogas merupakan karbon yang diambil dari atmosfer oleh fotosintesis tanaman, sehingga bila dilepaskan lagi ke atmosfer tidak akan menambah jumlah karbon diatmosfer bila dibandingkan dengan pembakaran bahan bakar fosil.
Dengan memperhatikan manfaat diatas, maka Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo melaksanakan Proyek Pembangunan Instalasi Pengolah Limbah (IPAL) Biogas Limbah Ternak Di Kabupaten Wonosobo.

Permasalahan :
1. Penanganan limbah usaha peternakan di Kabupaten Wonosobo selama ini masih dilakukan dengan sederhana dan belum memberikan nilai tambah yang maksimal, sehingga cenderung mengakibatkan pencemaran bagi lingkungan.
2. IPAL Biogas yang direncanakan oleh Badan Lingkungan Hidup adalah IPAL Biogas skala besar yaitu untuk 50 ekor ternak sapi. Kepemilikan ternak rata-rata petani di Kabupaten Wonosobo berkisar antara 2-3 ekor.

Pembangunan Instalasi Pengolah Limbah (IPAL) Biogas Limbah Ternak Di Kabupaten Wonosobo, melibatkan berbagai satuan kerja di dalam Pemerintah Kabupaten Wonosobo antara lain:
1. Tahap Perencanaan
a. Bappeda Wonosobo, sebagai koordinator perencanaan pembangunan
b. Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Wonosobo, sebagai perencana fisik dan teknis konstruksi.
c. Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo.
d. Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Wonosobo
e. Konsultan perencanaan, sebagai tim yang memberikan arahan dan masukan baik teknis maupun non teknis pada rencana pembangunan

2. Tahap Pembangunan
a. Badan Lingkungan Hidup, sebagai pengawas langsung pembangunan di lapangan
b. Konsultan pengawas pekerjaan, sebagai tim yang memberikan arahan dan masukan selama pembangunan
c. Kontraktor, sebagai pelaksana pembangunan IPAL Biogas.
3. Tahap Pengawasan atau monitoring:
a. Bappeda Kabupaten Wonosobo
b. Bagian Pengendalian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo
c. Inspektorat Kabupaten Wonosobo.

Pembangunan Instalasi Pengolah Limbah (IPAL) Biogas Limbah Ternak Di Kabupaten Wonosobo adalah sebagai bentuk dari konsep perencanaan incremental. Hal ini terlihat dari karakateristik proyek antara lain :
  1. Perencana tidak menilai secara komprehensif semua alternatif, namun hanya sejumlah kecil alternatif. Hal ini terlihat dari pemilihan Instalasi Pengolah Limbah Biogas yang berkapasitas besar tanpa memperhatikan kepemilikan ternak sapi yang ada di kabupaten Wonosobo.
  2. Perencana hanya menilai dampak pentingnya saja atau terbatas pada setiap alternatif.
  3. Ada penyesuaian terhadap tujuan, cara dan sarana agar masalah dapat diselesaikan dengan lebih mudah 
  4. Perencana hanya menilai hasilnya baik bila mereka yg terlibat sepakat untuk memilih alternatif tertentu.
  5. Pertimbangan penentuan alternatif hanya diukur dari nilai ekonomisnya saja.
Pembangunan Instalasi Pengolah Limbah (IPAL) Biogas Limbah Ternak Di Kabupaten Wonosobo, akan memberikan beberapa dampak, antara lain:
1. Dampak Positif
  • Limbah ternak yang selama ini mengakibatkan bau dapat dikurangi
  •  Menghasilkan sumber energi yang dapat mengurangi ketergantungan asyarakat terhadap penggunaan minyak.
  • Secara ekonomis menghasilkan sumber energi yang dapat digunakan untuk rumah tangga.
  • Menghasilkan pupuk kandang yang baik.
  • Proyek ini dapat mengurangi pencemaran lingkungan karena kotoran yang semula hanya mencemari lingkungan digunakan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat.
  • Menjaga kebersihan lingkungan karena limbah terkelola dengan baik.
2. Dampak Negatif
  • Instalasi Pengolah Limbah (IPAL) Biogas limbah ternak sapi tidak dapat digunakan karena instalasi terlalu besar untuk skala peternakan rumah tangga.
  • Terjadi perselisihan antar peternak mengenai lokasi IPAL Biogas.
  • Kemampuan peternak dalam mengoperasikan IPAL Biogas yang masih rendah.
Alternatif untuk meminimalkan dampak negatif :
1. Perlu sosialisasi dan pelatihan kepada petani peternak mengenai cara mengoperasikan IPAL Biogas
2. Melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan sehingga dapat menentukan alternatif kegiatan/proyek yang sesuai dengan kondisi dilapangan.
3. Perlu dipilih teknologi IPAL Biogas yang sesuai dengan tingkat kepemilikan ternak dan sesuai dengan jumlah peternak.
4. Perlu dilakukan pemantauan yg ketat dalam prosesnya, dimulai dari proses perencanaan hingga proses evaluasi.

TAQINDO KARYA - 13.18

Minggu, 01 April 2012

Spesifikasi IPAL MEDIS - IPAL RUMAH SAKIT

Minggu, 01 April 2012

Spesifikasi IPAL MEDIS - IPAL RUMAH SAKIT

CV. TAQINDO KARYA

Jl. Sarono Jiwo I No 33 Surabaya,
Jl. Bumi Marina Emas Barat IV No. 45 Surabaya
www.taqindo.com
email : taqindo@gmail.com
Hp : 081357404469

Water – Waste Water – Sewage Treatment Plant, Biogas Installation Plant and Sanitation


TAQINDO KARYA - 22.19

Selasa, 20 Maret 2012

Biofilter Combination System For Medical Waste Water Treatment Plant

Selasa, 20 Maret 2012




IPAL - INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH
Water, Wastewater Treatment & Sanitation

Jl. Sarono Jiwo I No. 33 .Surabaya 
Jl. Marina emas barat IV no 45. Surabaya 
Contact Person : Joko Nugroho, ST 
Telp : 58201518
fax : 58201518 - 8481735 
Mobile : 081357404469 
Email : jokongh@ gmail.com
www.taqindo.com 

TAQINDO KARYA - 08.03

Instalasi Pengolah Air Limbah ( IPAL) Untuk INDUSTRI

Kami spesialis pembuatan Instalasi Pengolah Air Limbah ( IPAL) industri dengan berbagai pilihan teknologi seperti:

  • Adtivated Sludge Processes
  • Extended Aeration
  •  Advanced Oxidation Processe
  • Biofilter/ Biofiltration Processes
  • Chemical Processes
  • Combination Technology Processes
  • Waste Water Garden Plant
  • Modification Processes

yang sangat efektif dalam mengolah air limbah dengan hasil pengolahan kami telah sesuai dengan Baku Mutu Limbah Cair yang disyaratkan Pemda maupun KepMen LH ataupun untuk Water Recycle.

KAMI AHLI DALAM DESIGN, PERHITUNGAN, MANUFAKTUR, PABRIKASI, INSTALASI, ALAT / SISTEM PENGOLAHAN AIR LIMBAH, INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH, INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR, SEPTIC TANK, PENANGANAN LIMBAH CAIR INDUSTRI BERBAGAI KEGIATAN sejak Desain, Build, Test Commissioning, Maintenance dan Technical Advice.
Beberapa Industri yang dapat kami layani diantaranya :

  • Industri Makanan dan Minuman
  • Industri Tahu, Tempe, Kecap
  • Industri Logam
  • Industri Gula
  • Industri Pupuk
  • Industri Perikanan
  • Industri Pakan Ternak
  • Industri Emas
  • Industri Kimia
  • Industri Tepung
  • Dan Berbagai Industri Lainnya
Kami siap membantu dan bekerjasama memecahkan persoalan lingkungan pada Industri.
Kami menerima konsultasi/ diskusi dengan tangan terbuka.

Kontak kami
CV. TAQINDO KARYA
Joko Nugroho
081357404469
jokongh@ gmail.com
taqindo@ gmail.com
www.taqindo.com

TAQINDO KARYA - 07.50

IPAL ( Instalasi Pengolahan limbah ) Untuk Rumah Sakit, Hotel, RPH, Restoran, dll

Kami Produsen Ipal. IPAL System kami mampu mengolah semua limbah rumah tangga dari segala jenis type bangunan diantaranya : 
Rumah Sakit, Klinik, Hotel, Perumahan, Pasar, Mall, Pertokoan, Gedung Perkantoran, RPH, Apartemen, Bandara, Terminal, Sekolahan, Tempat Kerja Lainnya, Pabrik dan Jenis/ Tipe Bangunan Lainnya.
Kami spesialis pembuatan Instalasi Pengolah Air Limbah ( IPAL) dengan Teknologi Biofilter yang sangat efektif dalam mengolah limbah domestik baik black water maupun grey water. Hasil pengolahan kami telah sesuai dengan Baku Mutu Limbah Cair yang disyaratkan Pemda maupun KepMen LH.
KAMI AHLI DALAM DESIGN, PERHITUNGAN, MANUFAKTUR, PABRIKASI, INSTALASI, ALAT / SISTEM PENGOLAHAN AIR LIMBAH, INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH, INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR, SEPTIC TANK, PENANGANAN LIMBAH CAIR KHUSUSNYA PENGOLAHAN LIMBAH RUMAH TANGGA ( DOMESTIC WASTE) BAIK BLACK WATER ( AIR KOTOR) ATAU GREY WATER( AIR BEKAS) dan PENANGANAN MASALAH SANITASI.
Teknologi pengolahan air limbah domestik ( sewage treatment technology) yang diaplikasikan oleh CV. TAQINDO KARYA sebagai produk solusi pengolahan air limbah domestik adalah menggunakan sistem biofilter anaerob dan kombinasi antara anaerob dengan aerob. Teknologi biofilter merupakan suatu inovasi penggolahan air limbah domestik menggunakan bakteri yang memadukan antara pertumbuhan bakteri tersuspensi pada badan air limbah itu sendiri dengan pertumbuhan bakteri pada suatu media tempat tumbuh bakteri ( biomedia/ biocell) yang sekaligus berfungsi sebagai penyaring limbah.
Teknologi biofilter yang diaplikasikan CV. TAQINDO KARYA memadukan penataan biomedia/ biocell pada kondisi statis dan dinamis. Pada kondisi statis, biomedia akan dilewati air limbah sehingga terjadi kontak antara bakteri dengan air limbah. Sedangkan pada kondisi dinamis, biomedia secara aktif bergerak pada badan air limbah sehingga menjangkau lokasi yang kemungkinan belum terjadi kontak dengan bakteri pada media.
Untuk mempercepat proses penguraian air limbah, digunakan bakteri khusus yang sengaja dimasukkan sebagai starter. Disamping mengurai limbah, bakteri tersebut juga mengurai H2S, Ammonia dan lain-lain sehingga bau tak sedap dalam proses penguraian air limbah tersebut dapat dihilangkan.
KEUNGGULAN
• Air buangan memenuhi standar kualitas lingkungan.
• Pemasangan mudah dari konstruksi FRP yang ringan.
• Lahan yang dibutuhkan relatif sedikit.
• Harga relatif murah dari pada sistem konvensional.
• Pemeliharaan dan perawatan mudah serta murah.
• Tahan lama dan dapat dipindah sewaktu diperlukan.
• Dapat di” upgrade” sesuai kebutuhan.


APLIKASI
IPAL - PABRIK -RUMAH SAKIT-DLL
-Perumahan, Perkantoran
-Hotel, Penginapan
-Apartemen
-Rumah Sakit, Klinik
-Kompleks Pendidikan
-Mall, Pasar
-Bandara, Terminal
-RPH
-Industri
-Dll


Kami siap bermitra dengan proyek-proyek pembangunan di seluruh wilayah Indonesia dengan layanan jasa yang prima dan harga yang sangat kompetitif.


CV. TAQINDO KARYA
Jl. Sarono Jiwo I No. 33
Surabaya


CP.
Joko Nugroho, ST
081357404469
jokongh@ gmail.com

TAQINDO KARYA - 03.03